Review Ayat-Ayat Cinta 2 [late]

Instagram @filmaac2

Sembilan tahun sudah lamanya sejak 2008, kisah cinta Aisha dan Fahri terukir indah. Aisha dan Fahri adalah tokoh utama dalam film Ayat-Ayat Cinta. Ayat-ayat cinta merupakan sebuah film religi Indonesia, hasil adaptasi dari sebuah novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy. Ayat-ayat Cinta 1 sukses diperankan oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri. Setelah 9 tahun film tersebut berakhir bahagia dengan bersatunya Aisha dan Fahri, akhir tahun lalu muncul kembali Ayat-ayat Cinta 2 yang mengobati rasa rindu para penggemar Aisha dan Fahri.


Gue berkesempatan nonton film ini diakhir penayangannya (di Bekasi si gitu) yaitu tanggal 19 Januari 2018. Berbeda dengan Ayat-ayat Cinta sebelumnya, AAC 2 (Ayat-ayat Cinta 2) diawali dengan cerita hilangnya jejak Aisha saat menjadi relawan di Palestina. Fahri menjadi seorang dosen di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Kehidupan Fahri sudah sangat berbeda, ia kaya, memiliki toko swalayan, butik, dan restoran. Fahri juga memiliki asisten pribadi bernama Hulusi yang merupakan warga negara turki, diperankan oleh Panji Pragiwaksono. Fahri tinggal disebuah rumah yang cukup besar dan dikelilingi dengan tetangga yang beragam karakternya, ada Keira yang diperankan oleh Chelsea Islan dengan biola sebagai ciri khasnya dan sangat membenci Fahri, ada Brenda yang diperankan oleh Nur Fazura seorang pengacara cantik yang hobi clubbing, dan Nenek Catarina yang diperankan oleh Dewi Irawan seorang yahudi yang selalu senantiasa ditolong oleh Fahri. Oh iya ada juga teman baik Fahri saat kuliah di Kairo dulu, yaitu Misbah diperankan oleh Ari Untung.

Sosok Fahri merupakan laki-laki yang sangat sempurna; ia karismatik, suka menolong, dan selalu menghargai siapapun dalam kondisi apapun. Hal itu membuat semua wanita luluh akan dirinya. Begitu juga dengan Hulya yang diperankan oleh Tatjana Saphira sepupu dari Aisha. Hulya memendam rasa kepada Fahri sejak dirinya mulai pindah untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas tempat Fahri mengajar. Selain Hulya, ada juga perempuan bercadar bernama Sabina. Sabina yang diperankan oleh Dewi Sandra merupakan asisten rumah tangga yang ditampung Fahri karena kondisinya yang luntang lantung di jalanan. Terlihat dari gerak geriknya, Sabina seperti menaruh hati juga kepada Fahri. 

Film ini beda banget sama film AAC sebelumnya. Mulai dari backsound, gambar, dan lainnya. Yaiyalah ya itumah pasti, secara sekarang teknologi makin canggih. 

Selain menceritakan bagaimana kelanjutan kisah cinta Fahri, film ini juga bercerita bagaimana harusnya kita sebagai seorang muslim dapat toleransi kepada semua umat manusia di muka bumi. Berbeda keyakinan bukan menjadi alasan untuk kita tidak menghargai orang lain. Film ini juga masih bercerita bagaimana kedudukan wanita dalam islam, seperti film AAC 1. Selain itu, film ini bagaimana padangan Islam terhadap perang dan terorisme contohnya adegan saat Fahri melakukan debat ilmiah dengan tema tersebut. 

Oh iya, film ini juga bercerita bagaimana fahri yang suka menolong banyak orang, selain dengan alasan kebaikan, ia menolong karena sebagai doa penyambung bagi Aisha yang hilang. Apabila Aisha memang benar hilang dan meninggal, ia berharap Aisha dapat diterima disisiNya. Namun jika Aisha masih ada, ia berharap Aisha baik-baik saja dan dapat kembali. Kurang lebih seperti itu.

Adegan yang paling gue suka adalah ketika Fahri mengaji dan sholat. I mean, that's make me so melting. Siapasih yang ngga suka melihat laki-laki sholeh? Dan jaman sekarang tuh laki-laki sholeh mulai menipis hahaha. Dan oh ya! Ada adegan yang membuat gue sampai "wahhh masih ada nggak ya yang kaya gini", itu adalah adegan waktu fahri sholat berjamaah di masjid, dan ia mengoreksi bacaan sholat Imam yang salah. Dalam adegan tersebut Imam sholat terlihat tersinggung karena helaan nafasnya yang begitu dalam dan tatapan matanya yang tajam ke arah Fahri, tapi ternyata setelah Imam tersebut menghampiri Fahri, ia justru mengucapkan terimakasih karena sudah mengoreksi bacaannya, subhanaAllah... 

Menurut gue, dari awal sampai pertengahan cerita ini seru sih, ya walaupun nggak banyak ngebahas soal Aisha dan Fahri. Sampai tibalah pada adegan yang menyebalkan (menurut gue) yaitu ketika Ayah Hulya--Paman Aisha-- datang kerumah Fahri dan meminta Fahri untuk menikahi Hulya, karena Aisha sudah hilang dan tidak ada kabar sampai sekarang, begitu katanya. Awalnya Fahri menolak, karena ia yakin bahwa Aisha akan kembali. Namun pada akhirnya, Fahri berfikir bahwa tak selamanya apa yang ia inginkan dapat tercapai, dan ia tidak bisa terus menerus menutupi perasaannya. Hingga akhirnya Fahri melamar Hulya dan menikah.

Saat adegan itu terjadi, saat itu juga rasanya gue mau pulang haha. Aneh ajasih, Hulya sepupu Aisha yang tiba-tiba hadir, perannya cuma kesana kesini sama Fahri terus nikah sama Fahri. Kan beda cerita sama Fahri yang menikahi Maria, ya kan? (Kalau nonton AAC 1 pasti ngerti)

Awal film ini munculin Sabina, entah kenapa gue ngerasa Sabina itu Aisha. Terlihat dari gaya hijab dan cadarnya persis Aisha. Tapi dari awal sampai pertengahan, sosok Sabina sangat abu-abu. Nggak banyak bicara, nggak banyak adegannya juga. Dan semua terjawab ketika Fahri menikahi Hulya. Sabina adalah Aisha *jeng jeng*

Hingga sampailah pada adegan klimaks yang bikin gue nggak jadi pulang hahaha. Yaitu ketika Hulya ditusuk oleh Badru (peran jahat di AAC 1) yang tiba-tiba muncul entah dari mana datangnya, heuh. Saat itu, cadar Aisha terbuka ketika berusaha menyelematkan Hulya, hingga Hulya tahu bahwa Sabina adalah Aisha.

Nah ini adegan yang gue suka! Bikin mewek serius deh :')) Waktu Hulya dibawa ke RS, Hulya menyebut nama Aisha dan Fahri mendengarnya. Saat itu juga Fahri menghampiri Sabina, kurang lebih seperti ini dialognya...

"Aisha...?" kata Fahri.

"Saya bukan Aisha" jawab Sabina.

"Berhenti Aisha" 

"Saya bukan Aisha" *sambil nangis*

Lalu Fahri memegang pundak Aisha dengan posisi berhadapan, dan Aisha membuka cadarnya (Fahri atau Aisha gitu yang buka, lupa) dan yak! Fahri menemukan Aisha...

"Astagfirullah, bagaimana mungkin aku tidak mengenali istriku sendiri selama ini" kalau nggak salah Fahri bilang gitu. 

Parahsih, adegannya bikin mewek sampai seg-segan, makin berasa nonton sendirinya, huaaaah.

Film ini benar-benar bikin emosi naik turun. Setelah dibikin mewek karena Fahri menemukan Aisha, setelahnya malah dibuat kecewa karena akhir cerita yang membuat gue berfikir "emang harus banget gitu ya?". Yaitu ketika Hulya meninggal setelah melahirkan, wajah Aisha yang rusak diganti dengan wajah Hulya, iya operasi tukar wajah gitu deh! Mungkin dengan maksud untuk membuat ada dua wanita yang dicintai fahri sekaligus dalam satu tubuh, berlaku adil maksudnya? 

Tapi menurut gue, cinta itu harusnya tidak memandang fisik. Wajah Aisha mungkin memang sudah rusak, tapi apa harus? Aneh jadinya :( Toh ketika Maria meninggal pun, tidak ada jejak yang Maria tinggalkan kepada Aisha. Justru di penghujung nafasnya, Maria hanya meminta untuk sholat berjamaah dengan Aisha dan Fahri. Lihat kan perbedaannya? 

Tapi, terlepas dari bagus atau tidaknya film ini menurut gue. Ada pesan yang dapat gue ambil yaitu, Allah selalu punya cara untuk menjauhkan bahkan melenyapkan cinta sejati. Tapi Allah juga punya banyak cara untuk menyatukannya kembali dalam kondisi apapun. Seperti Fahri dan Aisha, meskipun Aisha pernah menghilang dan berusaha menjauh dari Fahri, namun Allah tetap menyatukan mereka kembali dalam kondisi apapun melalui ujian yang berat terlebih dahulu bagi keduanya, that's true love❤

Dari AAC 1 sampai AAC 2, sosok Aisha amat sangat gue suka! Perempuan yang berhati lembut, sabar, ikhlas, dan sangat menjaga kehormatannya demi orang yang dicintai, aduh jarang sekali ada perempuan begitu sekarang. Aisha bisa menjadi panutan untuk para perempuan agar intropeksi diri tentunya. 

Pesan lainnya adalah kita harus bisa saling menghargai satu sama lain, saudara seiman maupun tidak. Karena dijaman sekarang, manusia sudah minim toleransi. Tolong menolong juga tentunya 

Secara keseluruhan, film ini sangat rekomendasi. Untuk kalian yang belum sempat nonton hehe sabar aja ya, tunggu tayang di TV insyaa Allah hehehe. 

Salam Cinta
Aisha dan Fahri

💙💚💛💜❤

0 komentar:

Posting Komentar