Berbagi Ilmu di Seminar Jurnalistik



tipsfotografi.net

Mengikuti Seminar Jurnalistik yang diadakan oleh berbagai komunitas atau pun dari Dinas itu membuat saya begitu senang saat di ajak untuk ikut.
“Des, ikut Seminar Jurnalistik yuk”
Wah, kalau sudah mendengar kalimat ajakan seperti itu saya sudah kegirangan duluan hehe. Mengikuti Seminar Jurnalistik bagi saya itu penting. Kenapa? Karna dapat menambah ilmu dan wawasan tentang dunia Jurnalistik. All About Journalistic semua dibahas sampai ngelotok hehehe.

                Saya baru mengikuti 2 Seminar Jurnalistik, pertama Seminar Jurnalistik bersama Radar Bekasi. Disana lebih dari seminar tapi juga berkompetisi menjadi tim jurnalis yang hebat, “Student Journalism Champion” dalam rangka HUT Radar Bekasi. Kedua Seminar Jurnalistik di SMAN 1 Bekasi bersama Komunitas Jurnalistik Bekasi yang menghasilkan Buletin Swara Siswa “Menuju Jurnalis yang smart dan berkompeten”.
Disini saya mau sedikit berbagi apa yang saya dapat dari Seminar Jurnalistik, dimulai dari apa itu Jurnalistik, bagaimana menjadi jurnalis yang baik, apa itu foto jurnalistik, bagaimana cara mengambil foto jurnalistik, bagaimana menjadi layouters yang baik dan benar dan lain-lainnya. Tapi disini saya hanya akan membahas tentang jurnalistik dan foto jurnalistik.

Kenapa ingin menjadi jurnalis? Karena ingin membuka wawasan dunia, karena ingin mendapatkan banyak informasi di dunia, begitu menurut para peserta seminar dan banyak lagi pendapat lainnya. Jurnalistik adalah ilmu, teknik, dan proses yang berhubungan dengan penulisan berita, foto berita, dan artikel berisi opini maupun fakta di media cetak, media elektronik, maupun media online. Istilah seorang jurnalis itu mengenal banyak tapi sedikit, maksudnya adalah seorang jurnalis ketika diskusi akan paham semuanya tetapi hanya gambaran umum. Contoh jika diajak berdiskusi tentang dunia kedokteran, seorang jurnalis akan paham tentang gambaran umur kedokteran tetapi jika sudah masuk sampai detail cara mengobati, obat-obat apa saja yang diharuskan untuk penyakit tertentu dan sebagainya, seorang jurnalis tentu tidak akan paham karna bukan bidangnya.
www.anneahira.com
Jurnalistik meliputi edukasi, informasi, dan hiburan dengan media yang digunakan adalah media cetak (koran,majalah,tabloid,buku,dll), media audio (radio), media audio visual (tv,film,video,dll), dan media sosial (fb,twitter,dll). Di media ada 3 peran, yaitu Komunikator (jurnalis) sebagai penyampai pesan, Media Massa sebagai pengolah informasi, dan Gatkeeper sebagai penerima pesan. Teknik reportase adalah teknik dasar yang meliputi peristiwa. Apa yang layak diangkat menjadi berita, siapa yang pantas diberitakan, mengapa harus diberitakan, dan lain sebagainya. Secara umum kriteria kelayakan berita ini bersifat universal untuk semua jenis media. Berikut unsur-unsur berita :
  1. Aktual atau hangat
Berarti peristiwanya baru saja terjadi dan menjadi pembicaraan di masyarakat.

  1. Penting
Suatu berita harus bersifat penting dan harus mempunyai manfaat bagi masyarakat. 

  1. Menarik atau unik
Menarik, unik, dan tidak biasa pantas diberitakan, karna akan menjadi hiburan tersendiri.

  1. Unsur kedekatan
Berita dari indonesia lebih perlu diberitakan ketimbang berita dari luar negeri.

  1. Unsur ketokohan/terkenal
Berita antara orang biasa dengan artis terkenal lebih layak yang diberitakan adalah artis terkenal.

  1. Megnitude
Berarti peristiwa mengandung “kekuatan”. Berita tentang kecelakaan kereta api lebih kuat dibanding kecelakaan becak yang ditabrak motor.

  1. Human interest
Apa saja yang menyangkut dengan manusia selalu menarik untuk diliput, itu mungkin sudah menjadi bawaan karna manusia selalu ingin tahu tentang orang lain. Berita seperti tentang kesedihan, penderitaan, harapan, perjuangan, kebahagiaan, dan lain-lain.

  1. Trend
Sesuatu yang sedang bergejolak di kalangan masyarakat dan diikuti oleh banyak orang.

  1. Ekslusif
Mempunyai angle tersendiri dalam berita dan berbeda dengan yang lain.

  1. Prestasi
Meliput orang-orang yang memiliki prestasi.

Seorang jurnalis saat menyajikan berita harus meliputi 5W+1H dan menggunakan kalimat efektif. Seorang jurnalis juga harus berani bertanggung jawab dengan apa yang sudah ditulis olehnya. Seorang jurnalis dituntut untuk luwes dan menggunakan segala cara untuk mendapatkan informasi asal masih dalam batas wajar dan harus selalu menjadi jurnalis yang baik.
Beberapa tips menjadi wartawan yang baik:
  1. Show it, don’t tell it
  2. Mengapresiasi obyek reportase
  3. Kerahkan seluruh indera
  4. Mendalami yang relevan, meninggalkan yang tidak relevan
  5. Mengasah sensitivitas reportase
  6. Memaksimalkan interaksi dengan obyek reportase
  7. Memanfaatkan bacaan
  8. Mencari narasumber sebisa mungkin dan dapatkan informasi secepat mungkin
Musuh wartawan :
  1. Rasa malas
  2. Tidak sensitif
  3. Imun terhadap obyek reportase
  4. Tidak berjarak dengan narasumber
Tips membunuh “musuh wartawan” :
  1. Lakukan hal yang tidak rutin
  2. Wartawan bukan matematikawan, “Matematikawan = jarak terdekat dari dua titik adalah garis lurus” “Wartawan = jarak terindah dari dua titik adalah jalan melingkar”.
  3. Perkaya diri dengan bacaan
Teknik menulis berita salah satunya yaitu straight news atau berita langsung mengenai suatu peristiwa. Straight news terdiri dari judul, body, dan lead. Untuk teknik menulis berita silahkan cari di google untuk informasi lebih detail, seperti bentuk straight news, macam-macam judul, dan macam-macam lead.

anakkameraid.blogspot.com

                Foto jurnalistik adalah suatu media sajian informasi berupa bukti visual (gambar) atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat. Fungsinya untuk mmelengkapi teks berita, menambah daya tarik berita dan memperkuat bukti kejadian, serta menjadi ilustrasi. Konsep utama dari foto jurnalistik sama dengan konsep menulis yaitu unsur 5W+1H. Unsur yang terkandung pun sama dengan unsur berita.  Karakter foto jurnalistik harus meliputi :
  1. Gabungan antara gambar dan kata
  2. Medium secara tercetak
  3. Lingkupnya adalah manusia
  4. Merupakan Keahlian khusus
  5. Sebagai fotografi komunikasi
  6. Pesannya mudah dipahami
  7. Merupakan profesionalisme kerja
Kategori foto jurnalistik ada 10, yaitu :
  1. Spot news
Foto yang terjadi tanpa ada perencanaan. Contoh foto bencana, kerusuhan, kecelakaan, dan sebagainya.

  1. General news
Foto yang telah direncanakan sebelumnya. Contoh foto rapat paripurna, piala dunia, dan sebagainya

  1. Foto essay
Kumpulan beberapa foto yang dapat bercerita. Contoh foto tari topeng.

  1. People in the news
Foto manusia yang menjadi sorotan sebuah berita. Contoh profil presiden.

  1. Foto keseharian
Seperti human interest.

  1. Sosial environtment
Menggambarkan tentang kehidupan sosial masyarakat dengan lingkungannya.

  1. Foto art & culture
Menyangkut seni dan budaya.

  1. Science and technology
Menyangkut perkembangan teknologi.

  1. Potraiture
Menggambarkan sosok wajah seseorang baik secara close up maupun medium shoot.

  1. Foto olahraga
Tentang peristiwa olahraga.

Pemberi materi:
Zaenal Arifin (Radar Bekasi)
Hamluddin (Koran Tempo)
Risky Adrianto (Radar Bekasi)

0 komentar:

Posting Komentar