Review Film: Asal Kau Bahagia, Antara Cinta dan Jenuh

 Poster Film Asal Kau Bahagia/@falconpictures_

Falcon Pictures kembali meramaikan dunia perfilman Indonesia di akhir 2018 lalu. Sebuah film karya sutradara Rako Prijanto yaitu "Asal Kau Bahagia" berhasil membuat baper penonton.

Diperankan oleh Aliando Syarief, Aurora Ribero, Teuku Rassya, dan Dewa Dayana, film tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang berjanji untuk bersama selamanya. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan menimpa Ali kekasih dari Aurora yang mengakibatkan Ali harus koma. 

Berikut ulasan film 'Asal Kau Bahagia':

Kisah Cinta Ali dan Aurora


Kisah cinta Ali dan Aurora menjadi konflik utama dalam film tersebut. Ali yang pada dasarnya seorang introvert menjalin kasih dengan Aurora seorang gadis populer di sekolah. Pada awal film digambarkan begitu besar cinta Ali kepada Aurora. Ali selalu bertanya kenapa Aurora bisa memilih Ali sebagai kekasihnya dan mereka berjanji untuk bersama selamanya. Hingga akhirnya saat mereka akan bertemu, sebuah kecelakaan menimpa Ali. Konflik pun mulai muncul.

Out of Body Experience yang Menarik


Ali harus terbaring koma akibat kecelakaan yang menimpanya. Tubuh Ali memang terbaring di ranjang RS, namun roh atau spiritnya mengalami out of body experience yang membuat Ali dapat mengetahui segala hal tentang apa yang dilakukan Aurora terhadapnya, yaitu Aurora menjalin hubungan dengan laki-laki lain (Rasya).

Akting Aliando terlihat sangat natural dengan gelagat yang frustasi, penasaran, dan semangat untuk kembali bangun dari komanya. Emosinya berhasil memuncak saat melihat Aurora menangis karena Rasya.

Dewa Menjadi Pemanis Film


Tak hanya bercerita tentang melowdrama, film ini juga dibumbui dengan komedi. Dewa, sahabat dari Ali ternyata bisa melihat Ali saat mengalami out of body experience. Dewa memiliki karakter yang lucu, ceria, dan setia pada Ali. Akting Dewa banyak menuai pujian karena karakternya yang berhasil menghiasi film tersebut.

Antara Cinta dan Jenuh


Konflik antara cinta atau jenuh yang dirasakan oleh Aurora  ternyata membuat karakter Ali semakin kuat. Bahkan Ali memastikan seperti apa sebenarnya perasaan Aurora terhadapnya lewat bantuan Dewa.

"Jadi selama ini kamu menderita ya pura-pura cinta sama aku? Kenapa kamu nggak jujur aja kalau kamu nggak bahagia sama aku?” tanya Ali kepada Aurora.

Soundtrack Film Asal Kau Bahagia


Sesuai dengan judulnya, film tersebut memiliki beberapa soundtrack. Yang paling utama ialah Asal Kau Bahagia dari Armada Band yang memiliki judul yang sama dengan film. Selain itu, ada juga beberapa lagu lain seperti We Don't - Maudy Ayunda, Bila - Ardhito Purnomo, Tiga Pagi - Fletch, Keruh - Float, Pesan Di balik Awan - Adhitia Sofyan, Rindu - Dengarkan Dia, Lara - Dialog Senja, dan Home - Elang Defrianto.

Film Asal Kau Bahagia masih bisa kalian nikmati di bioskop Indonesia untuk menemani liburan akhir tahun. Yuk, dukung perfilman Indonesia! Selamat Baper!

Keikutsertaan Nabi SAW Dalam Membangun Ka’bah


Grid.id

Ka’bah adalah “rumah” yang pertama dibangun atas nama Allah, untuk menyembah Allah, dan mentauhidkan-Nya. Dibangun oleh bapak para nabi; Ibrahim AS. setelah menghadapi “perang berhala” dan penghancuran tempat-tempat ibadah yang didirikan di atasnya. Ibrahim AS. membangunnya berdasarkan wahyu dan perintah Allah.
“Dan ingatlah, ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Mahamengetahui.” (Al-Baqarah: 127)
Setelah itu, ka’bah mengalami beberapa kali serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. Di antaranya adalah serangan banjir yang menenggelamkan Makkah beberapa tahun sebelum bi’tsah sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Hal ini memaksa orang-orang Quraisy harus membangun ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian bangunannya. Penghormatan dan pengagungan terhadap ka’bah merupakan “sisa” atau peninggalan dari syariat Ibrahim AS. yang masih terpelihara di kalangan orang Arab.
Sebelum bi’tsah (diangkat menjadi Nabi), Rasulullah SAW. pernah ikut serta dalam pembangunan ka’bah dan pemugarannya. Beliau ikut serta aktif mengusung batu di atas pundaknya. Saat itu beliau berusia 35 tahun.  Rasulullah SAW sendiri ikut bersama yang lain membangun Ka'bah. Beliau bergabung bersama paman beliau Abbas Radhiyallahu ‘Anhu. Ketika beliau mengambil batu-batu, Abbas menyarankan kepada beliau untuk mengangkat jubah beliau hingga di atas lutut. Namun Allah menakdirkan agar aurat beliau senantiasa tertutup, sehingga belum sempat beliau mengangkat jubahnya, beliau jatuh terjerembab ke tanah.
Beliau kemudian memandang ke atas langit sambil berkata, “Ini gara-gara jubahku, ini gara-gara jubahku”. Setelah itu aurat beliau tidaklah pernah terlihat lagi.
Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka berselisih sampai empat atau lima hari. Perselisihan ini bahkan hampir menyebabkan pertumpahan darah.
Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian memberikan saran kepada mereka agar menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali lewat pintu masjid. Bangsa Quraisy pun menyetujui ide ini.
Allah SWT kemudian menakdirkan bahwa orang yang pertama kali lewat pintu masjid adalah Rasulullah SAW. Orang-orang Quraisy pun ridha dengan diri beliau sebagai penentu keputusan dalam permasalahan tersebut.
Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Bagaimana jalan keluarnya?
Beliau mengambil selembar selendang. Kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah SAW lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut. Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah.
Beberapa ‘Ibrah
1.      Orang yang mendirikan dan membangun ka’bah pertama adalah Ibrahim AS, kekasih Allah, dengan perintah Allah supaya menjadikan rumah pertama untuk menyembah Allah semata, sebagai tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia.
2.      Ka’bah pernah dibangun empat kali. Pembangunan Ka’bah yang pertama kali dilakukan oleh Ibrahim AS. dibantu anaknya, Ismail as, atas perintah Allah. Pembangunan ka’bah kedua dilakukan oleh orang-orang Quraisy sebelum Islam, dimana Nabi SAW. ikut serta dalam pembangunannya sebagaimana telah disebutkan di atas. Pembangunan Ka’bah yang ketiga ialah setelah mengalami kebakaran di masa Yazid bin Mu’awiyah, ketika tentara-tentaranya dari penduduk Syam menyerangnya dan mengepung Abdullah Ibnu Zubair di Makkah di bawah pimpinan al-Hashin bin Numair as-Sakuni pada akhir tahun 36. Mereka melempari Ka’bah dengan manjanik sehingga menimbulkan kerusakan dan kebakaran. Pembangunan ka’bah yang keempat dilakukan setelah terbunuhnya az-Zubair. Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Atha’ bahwa ketika Ibnu Zubair terbunuh, al-Hajjaj menulis kepada Abdul Malik bin Marwan kabar tentang kematiannya dan bahwa Ibnu Zubair membangun Ka’bah di atas asas yang masih dipermasalahkan oleh para tokoh kepercayaan Makkah. 
3. Kebijaksanaan Nabi SAW. dalam menyelesaikan masalah dan mencegah terjadinya permusuhan. Dan permusuhan antar kaum seringkali menimbulkan pertumpahan darah. 
4.  Kedudukan Nabi SAW. di kalangan tokoh Quraisy dari berbagai tingkatan dan kelas. Di kalangan mereka, beliau dikenal sebagai al-Amin (terpercaya) dan sangat dicintai. Mereka tidak pernah meragukan kejujurannya apabila bicara, ketinggian akhlaknya apabila bergaul, dan keikhlasannya apabila dimintai pertolongan. 

Perniagaan Rasulullah SAW Dengan Harta Khadijah dan Pernikahannya dengan Khadijah RA


mediaislamia.com

Khadijah memiliki nama lengkap yaitu Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah merupakan anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, yang berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita as-Sabiqun al-Awwalun (orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/memeluk Islam. Mereka dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7)
Khadijah, menurut riwayat Ibnul Atsir dan Ibnu Hisyam adalah seorang wanita pedagang yang mulia dan kaya. Beliau sering mengirim orang kepercayaan untuk berdagang. Saat mendengar kabar tentang kejujuran dan kemuliaan akhlak Nabi SAW. Khadijah mencoba memberi amanat kepada Nabi SAW untuk membawa dagangannya ke Syam (sekarang Palestina, Syria, Lebanon, dan Yordania).
Khadijah membawakan barang dangan yang lebih baik daripada biasanya. Dalam perjalanan, Nabi SAW ditemani Maisarah, orang kepercayaan Khadijah. Nabi SAW berhasil membawa keuntungan yang berlipat ganda, sehingga menambah kepercayaan Khadijah terhadapnya. Selama perjalanan, Maisarah kagum kepada Nabi SAW. Semua sifat dan sikap Nabi SAW, Maisarah laporkan kepada Khadijah.
Kemudian, setelah 2 bulan 20 hari kepulangan Nabi SAW dari Syam, Khadijah menyatakan hasratnya untuk menikah dengan Nabi SAW dengan perantara seorang wanita bernama Nafisah binti Muniyah.
Lalu, Nafisah mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan berkata:
“Wahai Tuan Muhammad, apa yang menyebabkan Anda sampai sekarang ini belum menikah?”
Nabi SAW. menjawab dengan jujur: “Aku belum mempunyai biaya untuk menikah.”
Lalu Nafisah berkata: “Jika seandainya ada seorang wanita yang sangat kaya raya, sangat cantik dan anggun berwibawa, sangat mulia kedudukannya dan suci kepribadiannya, maukah engkau menikah dengannya?”
Nabi SAW. bertanya: “Siapakah wanita itu?”
Nafisah menjawab: “Dia adalah Sayyidah Khadijah Ra.”
Nabi SAW. lalu berkata: “Bagaimana caranya saya bisa menikah dengannya?”
Lalu Nafisah pergi menghadap Khadijah dengan membawa kabar baik. Khadijah RA. juga mengutus Nafisah memanggil pamannya yang bernama Amar bin Asad untuk menjadi walinya. Pada saat itu pula Nabi SAW. memberitahukan paman-pamannya akan hal tersebut. Dan mereka pun menyambut berita tersebut dengan penuh kegembiraan.
Tak lama kemudian beliau Saw. pergi ke rumah Khadijah RA. dengan didampingi kedua pamannya, Sayyid Abu Thalib dan Sayyidina Hamzah, untuk melamarnya. Dan juga hadir dalam acara tersebut para bangsawan Quraisy, diantaranya Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA.
Kemudian Sayyid Abu Thalib melamar Sayyidah Khadijah RA. kepada pamannya yang bernama Amar bin Asad untuk Nabi SAW. Akhirnya Amar bin Asad pun menikahkan  Khodijah RA. dengan Nabi Muhammad SAW. dengan mahar 400 dirham yang dibayarkan tunai oleh Sayyid Abu Thalib. Pada saat itu usia Nabi Muhammad SAW. adalah 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun.
Sebelum menikah dengan Nabi SAW, Khadijah pernah menikah dua kali, namun suaminya telah meninggal dunia. Pertama dengan Atiq bin A’idz at-Tamimi, dan kedua dengan Abu Halah at-Tamimi; Hindun bin Zurarah.

Beberapa ‘Ibrah
  1. Mengenai keutamaan dan kedudukan Khadijah dalam kehidupan Nabi SAW. sesungguhnya ia tetap mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Rasululllah SAW. sepanjang hidupnya. Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Ali RA. pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik wanita (langit) adalah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita (bumi) adalah Khadijah binti Khuwailid.”
  1. Rassulullah SAW. sama sekali tidak memperhatikan faktor kesenangan jasadiah. Seandainya Rasulullah memperhatikan hal tersebut, sebagaimana pemuda seusianya, niscaya beliau mencari wanita yang lebih muda atau minimal orang yang tidak lebih tua darinya. Rasulullah SAW. menginginkan Khadijah karena kemuliaan akhlaknya di antara kerabat dan kaumnya, sampai ia pernah mendapatkan julukan ‘Afifah Thahirah (wanita suci) pada masa jahiliyah.
  2. Pernikahan ini berlangsung hingga Khadijah meninggal dunia pada usia 65 tahun. Sementara itu Rasulullah SAW. telah mendekati usia 50 tahun, tanpa berfikir selama masa itu untuk menikah dengan wanita atau gadis lain. Padahal usia antara 20-50 tahun merupakan bergejolaknya keinginan untuk menambah istri karena dorongan syahwat. Akan tetapi, Muhammad SAW. Tidak pernah berfikir untuk memadu Khadijah. Seandainya beliau mau, tentu akan mendapatkan istri tanpa bersusah payah.
  3. Para kalangan missionaris dan orientalis menganggap tema pernikahan Rasulullah SAW dapat dijadikan sasaran empuk untuk menyerang islam, dan merusak nama baik Muhammad SAW sebagai seorang seks maniak yang tenggelam dalam kelezatan jasadiah. Namun nyatanya tidak bisa, seorang pemburu seks tidak akan hidup bersih dan suci dilingkungan Arab jahiliyah serta tidak akan pernah bersedia menikah dengan seorang janda tua, lalu hidup bersama dengan kesetiaan.

Review Truth or Dare : Katakan, Lakukan, atau Mati

Poster film

"The game is real. Wherever you go, whatever you do, it will find you."

"Tell the truth or you die, do the dare or you die, refuse to play? you die."

Truth or Dare adalah sebuah permainan tentang berkata jujur atau melakukan tantangan, yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Difilm ini, Truth or Dare menjadi sebuah permainan kutukan yang menghantui para pemain, dengan nyawa sebagai taruhannya.

Bercerita tentang 6 remaja yang melakukan liburan musim panas di Meksiko, diperankan oleh Olivia (Lucy Hale), Lucas (Tyler Posey), Markie (Violet Bane), Penelope (Sophia Ali), Tyson (Nolan Gerard), dan Ronnie (Sam Lerner).


Sampai suatu malam di sebuah bar, mereka tak sengaja bertemu dengan seorang lelaki misterius bernama Carter (Landon Laboirin), yang mengajak mereka ke sebuah gereja tua untuk menghabiskan malam. Rupanya, 6 remaja ini diajak untuk bermain Truth or Dare. Awalnya semua berjalan seperti biasa, hingga akhirnya permainan tersebut menghantui mereka satu per satu. Ternyata permainan tersebut telah dimasuki oleh iblis bernama Calux.


Film produksi Blum House Production ini semakin menegangkan, ketika satu per satu para pemain mendapatkan giliran untuk bermain. Dimanapun dan kapapun jika sudah giliran mereka untuk bermain, orang yang ada di sekitar mereka akan berubah wajahnya dengan tampak creepy dan bertanya "Truth or Dare". Jika memilih "Truth", maka pertanyaan akan berhubungan dengan kehidupan mereka yang berimbas kepada orang sekitar mereka, begitu juga jika memilih "Dare". Namun, tidak semua pemain menyadari bahwa permainan ini "nyata". Mereka yang tidak menjawab, menolak, atau tidak berhasil melakukan tantangan akan mati seketika.


Tidak hanya bercerita tentang horor. "Truth or Dare" memiliki drama dan konflik yang menarik, yaitu tentang persahabatan, keluarga, cinta, kejujuran, dan kehidupan sosial. Yang paling kental dialur cerita ada tentang persahabatan antara Olivia dan Markie. Bahkan persahabatan mereka akan dipertaruhkan lewat permainan ini.

Film ini tidak menunjukan "sosok" iblis bernama Calux. Mereka hanya membuat para penonton membayangkan bagaimana sosok Calux sebenarnya dengan suara-suara. Dengan begitu, film ini menjadi kurang greget. Jump scare yang dihasilkan pun tidak terlalu banyak, hanya berupa orang yang tiba-tiba datang dari belakang atau suara yang tiba-tiba sunyi.


Ending dari film ini benar-benar tidak ketebak. Siapapun yang menonton pasti akan menebak bahwa endingnya adalah beberapa pemain selamat, namun nyatanya tidak.

"Truth or Dare" juga bisa disebut sebagai film kekinian, karena para pemain menggunakan media sosial sebagai pemanis dalam alur film. Film ini cocok ditonton untuk remaja berusia 17 tahun ke atas. Sudah siap untuk bermain? 

Review Film A Quiet Place [half late]

Poster A Quiet Place
Film bergenre horor-thriller yang ditulis, disutradarai, dan diperankan oleh John Krasinski ini memiliki cerita yang menarik. Mengisahkan tentang keluarga yang tinggal di sebuah tempat terpencil. Mereka harus hidup dalam suasana yang sunyi dan bertahan hidup di tengah serangan monster. Jika mereka membuat suara, akan muncul sebuah monster menyeramkan yang akan memburu mereka bahkan sampai mati.

Selain dimainkan oleh John Krasinski yang berperan sebagai kepala keluarga yang tangguh, film ini juga dimainkan oleh Emily Blunt berperan sebagai Istri dari John (begitu pun di dunia nyata), Noah Jupe dan Millicent Simmonds sebagai anak, dan pemain lainnya.


Diawali dengan pemandangan kota yang benar-benar kosong, berantakan, dan sunyi membuat para penonton harus menebak "Ada apakah sebenarnya?". Karena film ini tidak menjelaskan secara detail awal mula kejadiannya.

Dialog dalam film ini menggunakan bahasa isyarat dan berbisik-bisik, serta diiringi dengan suara-suara yang cukup membuat jantung naik turun ketika mendengarnya. Menonton film ini cukup melelahkan karena banyaknya jump scare.


A Quiet Place adalah film horor yang berkualitas tanpa harus menampilkan "horor" yang sesungguhnya. Hanya memainkan suara-suara, cukup membuat penonton menutup telinga dan mata. Film horor yang juga mengangkat sisi drama yang kuat ini, menceritakan sebuah keluarga yang akan membuat para penonton merasa simpati dan ikut larut dalam setiap adegan dramanya. Bahkan mungkin sampai menangis. Bagaimana sebuah keluarga saling menjaga, percaya satu sama lain, adanya kasih sayang, dan rasa rela berkorban untuk orang yang disayang. Begitulah kurang lebih pesan moral yang ada.


Ada hal yang menarik dalam film ini, yaitu Millicent Simmonds yang berperan sebagai anak perempuan ternyata merupakan seorang tunarungu. Dilansir dari Arizona Daily Star, Millicent Simmonds kehilangan pendengarannya saat masih bayi. Ia memiliki saluran YouTube pribadi Milliesimmonds_, yang memberikan pelajaran bahasa isyarat standar Amerika. Para aktor lain di film ini pun berlatih bahasa isyarat bersama Millicent untuk mendalami peran.


Film yang tayang pada bulan April ini, memang sangat sunyi dan tidak banyak dialog menggunakan suara. Namun hal tersebut tidak membuat penonton merasa ngantuk sama sekali. Justru film ini membuat penonton melotot karena penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Film ini sangat cocok ditonton untuk kamu yang menyukai horor dan tantangan. Sebuah tayangan dengan horor hang cerdas dan drama yang ngena menyentuh para penonton.

Sumber gambar : @aquiteplacemovie @aquiteplace2018movie